Cerita Cucu Oma Lalita tentang hobi mewarnai Oma.

Pada tanggal 17 April 2020, Oma mengikuti kelas mewarnai bunga matahari (program dari Alzheimer Indonesia Nederland bertema ALZI NED Online Session #4). Mewarnai Bersama Keluarga (Dementia Care Coloring Session). Sungguh tidak disangka teknik mewarnai oma sangat baik. Dari hasil mewarnai tersebut terlihat Oma menikmati sekali. satu gambar demi gambar Oma kumpulkan. Tanpa terasa Oma sudah mewarnai  51 gambar.

Saya sebagai Caregiver merasa sangat bahagia setelah mengikuti acara mewarnai dari Alzi Nederland, Oma termotivasi untuk menyalurkan waktunya dengan mewarnai gambar-gambar yang saya cetak dari Google atau Pinterest.

 

WhatsApp Image 2020-06-04 at 15.08.54

WhatsApp Image 2020-05-25 at 03.47.18

Oma hidup dengan alzheimer (demensia) sejak ditinggal Almarhum Opa pada tanggal 20 Februari 2016 pukul 19:47 WIB di RS MT Elizabeth Singapore (meninggal karena sudaht tua) dan selang 6 bulan ditinggal oleh Almarhumah Tante  pada tanggal 5 Agustus 2016 di Rumah (meninggal dengan tiba-tiba). Sejak ditinggal Opa, Oma tidak bisa menerima kepergian Opa. Padahal ketika masih bersama mereka sering kali berargumen dan beda pendapat. Begitu juga pada saat Tante masih hidup sering kali marah dengan Oma (karena sifat konsumtif Oma yang tidak boleh lihat tas dan sepatu yang bagus di mall).

Awal-awal Oma hidup dengan demensia saya sebagai Caregiver (Cucu Oma) merasa sangat sedih dan terpukul dan belum bergabung dengan Whatsapp Group Caregiver Indonesia. Karena sebelum hidup dengan demensia, Oma adalah sosok perempuan yang sangat baik kepada semua orang. Setelah hidup dengan demensia Oma cenderung memendam perasaannya sendiri dan tidak suka cerita kepada orang terdekat, menjadi anti sosial, mudah curiga terhadap orang, serasa berubah 180 derajat perubahan kepribadian Oma.

Pukulan terbesar Oma pada saat Tante meninggal, karena Oma kerap sekali memukul kepala dan membeturkan dahinya ke tembok karena merasa gagal tidak bisa menjaga Tante dengan baik. Kami sudah yakinkan, kami akan menyayangi Oma, meskipun tidak sehebat Tante. Tapi Oma tidak bisa menerima kepergiannya juga.

Bahkan sampai sekarang ini Oma tetap tidak bisa menerima kepergian Opa dan Tante. Dengan ingin mengangkat foto mereka dari Altar (Meja Abu). Dalam tradisi Cina meja tersebut dikhususkan untuk anggota keluarga yang telah meninggal.

Akhir kata kami sebagai caregiver Oma Lalita saya banyak mengucapkan terima kasih Kepada Tim Alzheimer Indonesia yang (Ibu DY Suharya, Pak Yaya Suharya, Ibu Amalia Fonk Utomo, Ibu Tuty, dll) telah menyelenggarakan berbagai macam kegiatan virtual (via aplikasi Zoom, Instagram Live, Facebook Live) selama masa pandemic Covid 19 ini yang bisa diikuti oleh Caregiver dan Orang Dengan Demensia. Karena setelah mengikuti kegiatan virtual ini Oma mempunyai semangat kembali untuk berkarya dan semakin  hari semakin baik hasil karya nya. Harapan kami sebagai Caregiver, Alzheimer Indonesia mengadakan acara-acara yang makin beragam untuk Caregiver dan ODD. Dan Oma makin bahagia dengan kegiatan yang dilakukan setiap harinya.

WhatsApp Image 2020-06-22 at 17.19.30

Jakarta, Juni 2020

Novianty, Cucu Oma Lalita

WhatsApp Image 2020-06-06 at 08.17.57

 

Foto dan cerita oleh: Novianty (cucu Oma Lalita)

Video oleh: Pri Hadi

(Komunitas Caregiver Alzheimer Indonesia)

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: