Cerita Pak Indra dan Bu Tosri, sebagai angkatan pertama perawat Indonesia ke Belanda di tahun 90 an.

WhatsApp Image 2019-12-23 at 15.16.28

Pada hari Sabtu 21 Desember 2019. Alzi Ned berkesempatan bersilaturahmi ke Pak Indra Tosri dan Bu Evi Helvia Hidayat. Beliau berdua sudah menjadi perawat lansia selama 27 tahun (14 tahun di Delft dan 13 tahun di Nijmegen). Beliau berdua berbagi pengalaman dan menjelaskan tentang sistem perawatan untuk pasien demensia Alzheimer di Belanda. Kami juga mensosialisasikan tentang kegiatan Stichting Alzi Ned. Tak lupa kami membagikan brosur tentang 10 gejala demensia Alzheimer

Sedikit cerita yang bisa kami petik dari obrolan kami adalah:
Di tahun 90an perawatan lansia dengan penyakit penyulit semua dilakukan di RS, salah satu pusatnya ada di Delft. Masing- masing bangsal ruangan berisi 6 orang. Asrama perawat ada di samping RS.

-Sejak tahun 2000an diganti dengan gedung-gedung perawatan yang lebih kecil merawat sekitar 8-10 orang dan perawatan homecare mulai digalakkan.

-Gedung perawatan merupakan milik swasta. Biaya perawatan ditanggung oleh asuransi, pemerintah dan mandiri dengan presentase yg berbeda-beda tergantung perhitungan penghasilan keluarga. Namun perawatan yg diberikan sama.

-Untuk lansia diberikan grade untuk penyakit penyulitnya (grade 10 untuk penyakit stadium akhir).

-Beberapa pusat lansia di Belanda menerapkan sistem terdiri beberapa gedung dengan bentuk melingkar dan diantaranya ada gedung untuk pasien dengan masing-masing penyulit.

-Perawatan diusahakan semanusiawi mungkin. Pasien-pasien masih banyak menyangkal kalo dirinya mengalami demensia.

-Berbagai fasilitas disediakan untuk pasien disesuaikan dengan latar belakangnya, semisal aktivitas sepeda-fix dengan layar lokasi pemandangan, area berkebun, kesempatan menjadi komite (untuk yang berlatar belakang pejabat/pengurus organisasi) dan sebagainya.

-Untuk pasien-pasien yang tetap menyangkal hidup dengan demensia dan tidak mau didampingi, maka ada perawat yang ditugasi mengawasi dari jauh.

Pak Indra dan Bu Evi merupakan angkatan pertama pengiriman tenaga perawat lansia ke Belanda. Program tersebut dihapus karena larangan untuk mengambil perawat dari luar Uni Eropa. Namun tahun ini sudah dimulai lagi pilot project untuk pengiriman kembali tenaga perawat dari Indonesia.

 

Salam Jangan Maklum Dengan Pikun!

 

dr. Budi Darmawan

Ristiono, S.Psi, CH., CHt., NNLP

Alzheimer Indonesia Nederland

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: